Kamis, 15 Oktober 2015

Tugas Makalah

TUGAS MEMBUAT MAKALAH
MATA KULIAH
MANAJEMEN PRODUKSI

Judul:
“PENGARUH PRODUKSI MINYAK MENTAH DUNIA TERHADAP HARGA BBM DI INDONESIA

Oleh:
Balqissya Halimatussyadiah

Dosen Pengajar
Dr. Drs. Budi Supriyatno, MM., Msi.



PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS SATYAGAMA
JAKARTA




KATA PENGANTAR

       Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “Pengaruh Produksi Minyak Mentah Terhadap Harga BBM Di Indonesia” dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Penulis juga berterima kasih pada Bapak Dr. Drs. Budi Supriyatno, MM., MSi. selaku dosen mata kuliah Manajemen Produksi Universitas Satyagama Jakarta, yang telah memberikan tugas akhir semester ini kepada penulis.
       Penulisi sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengaruh produksi minyak mentah terhadap harga BBM di Negeri tercinta ini, Indonesia. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah ini di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun orang yang membacanya.


Jakarta, Oktober 2015

Balqissya Halimatussyadiah,
Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR   
DAFTAR ISI 

BAB I  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang  
1.2  Rumusan Masalah 
1.3  Tujuan Penulisan  
BAB II PEMBAHASAN  
            2.1 Deskripsi Minyak Mentah 
            2.2 Produksi Minyak Mentah Dunia  
            2.3 Produksi Minyak Mentah Di Indonesia 
            2.4 Harga Minyak Dunia    
            2.5 Harga BBM di Indonesia 
            2.6 Pengaruh Produksi Minyak Mentah terhadap harga BBM 
BAB III PENUTUP
            3.1 Kesimpulan 
            3.2 Saran 
DAFTAR PUSTAKA 




BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Permintaan akan minyak, sama seperti permintaan akan energi pada umumnya, berhubungan erat dengan tingkat pertumbuhan ekonomi. Pada saat ekonomi tumbuh, maka lebih banyak energi yang dikonsumsi, baik untuk proses produksi dan distribusi hasil produksi kepada konsumen, maupun meningkatnya konsumsi oleh sektor rumah tangga seiring dengan meningkatnya jumlah kepemilikan kendaraan bermotor. Meningkatnya permintaan akan mengakibatkan naiknya harga minyak. Sebaliknya, saat ekonomi mengalami kontraksi permintaan akan minyak dan energi lainnya cenderung menurun, sehingga harga minyak pun ikut turun.
Minyak mentah sebagai suatu komoditas ekonomi tentunya selalu mengikuti mekanisme pasar yang secara otomatis akan membentuk harga berdasarkan permintaan dan penawaran. Walaupun banyak sekali faktor yang turut mempengaruhi harga minyak mentah, permintaan yang terus meningkat akan kebutuhan energi namun tidak diimbangi dengan naiknya penawaran membawa dampak trend harga rata-rata minyak dunia dalam 10 tahun terakhir berada pada trend kenaikan harga.
Trend kenaikan harga minyak yang juga diperkirakan oleh Energy Information Administration (EIA), dalam rilisnya pada tanggal 8 Juli 2008, harga minyak WTI dalam tahun 2009 diperkirakan rata-rata mencapai US$132,75 per barel. Walaupun pada saat ini harga minyak mentah mengalami trend penurunan harga sejak krisis subprime mortgage di Amerika, harga minyak diperkirakan akan naik kembali begitu pertumbuhan ekonomi kembali normal. Sebagai komoditas energi utama dunia, harga minyak mau tidak mau menjadi salah satu faktor ekonomi yang selalu diperhitungkan setiap negara dalam penyusunan anggaran belanjanya selain faktor-faktor ekonomi makro yang lain.
1.2    Rumusan Masalah
Adapun pengaruh produksi minyak mentah terhadap BBM, dapat dilihat dari beberapa masalah seperti dibawah ini:
a.       Apakah deskripsi minyak mentah dan bagaimana alur proses produksi minyak mentah ?
b.      Bagaimana produksi minyak mentah dunia ?
c.       Bagaimana produksi minyak mentah di Indonesia ?
d.      Bagaimana harga BBM di Indonesia ?
e.       Apa pengaruh dari produksi minyak mentah terhadap harga BBM ?

1.3    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu untuk melengkapi tugas akhir semester mata kuliah Manajemen Produksi dan juga menjawab beberapa rumusan masalah diantaranya:
a.       Untuk mengetahui deskripsi dan alur proses produksi minyak mentah
b.      Untuk mengetahui produksi minyak mentah dunia
c.       Untuk mengetahui produksi minyak mentah di Indonesia
d.      Untuk mengetahui harga BBM di indonesia
e.       Untuk mengetahui pengaruh dari produksi minyak mentah terhadap harga BBM






BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi Minyak Mentah
Minyak mentah adalah cairan ditemukan secara alami dalam batu, yang mengandung hidrokarbon sebagian besar kompleks, dengan beberapa bahan organik tambahan. Ini adalah bahan bakar utama yang digunakan di planet ini, dan digunakan dalam produksi bahan sintetis seperti plastik banyak juga.
Minyak mentah dapat datang dalam bobot yang berbeda dan warna, dan dapat sangat berbeda dalam komposisinya. Sesedikit setengah dari komposisi minyak berat dapat terdiri dari hidrokarbon, sedangkan minyak ringan bisa sampai 97% hidrokarbon. Ada empat hidrokarbon utama yang ditemukan dalam minyak mentah, dalam jumlah yang bervariasi tergantung pada minyak. Sekitar setengah dari hidrokarbon dalam minyak mentah sebagian besar naphthenes, satu-ketiga adalah parafin, seperenam adalah aromatik, dan sisanya adalah asphaltics. Warna bisa berkisar dari hitam murni atau coklat gelap untuk kehijauan atau kekuningan, tergantung pada komposisi.
Minyak mentah dianggap ringan jika tingkat hidrokarbon relatif terhadap organik dan logam tinggi, membuat kepadatannya rendah, dan dianggap berat jika tingkat hidrokarbon relatif terhadap organik dan logam rendah, membuat kepadatan sebagai tinggi. Selain itu, minyak mentah diklasifikasikan sebagai manis jika memiliki belerang sangat sedikit di dalamnya, dan diklasifikasikan sebagai asam jika memiliki banyak belerang di dalamnya. Jadi minyak mentah biasanya akan disebut sesuatu seperti minyak, light sweet, atau minyak, asam berat. Minyak manis lebih berharga daripada minyak asam, karena sebagian besar negara memiliki peraturan sulfur untuk alasan lingkungan, dan minyak manis memerlukan perawatan lebih sedikit untuk menghilangkan sulfur. Minyak ringan lebih berharga daripada minyak berat, karena bensin lebih dapat dibuat dari jumlah yang lebih kecil.
Berbagai daerah di bumi cenderung memiliki berbagai jenis minyak, sehingga minyak mentah sering diklasifikasikan berdasarkan dari mana asalnya. Daerah- daerah tertentu akan bertindak sebagai sampel dari wilayah yang lebih luas, karena mereka dipandang sebagai relatif mewakili bahwa wilayah yang luas. Misalnya, Dubai-Oman minyak adalah minyak mentah asam, dan digunakan untuk minyak mentah yang paling asam patokan dari Timur Tengah, West Texas Intermediate adalah minyak, light sweet, dan Keranjang Referensi OPEC adalah contoh minyak komposit yang rata-rata minyak dari seluruh Organisasi Negara Pengekspor Minyak.
Sementara minyak mentah konvensional saat ini adalah sumber utama minyak bumi di planet ini, itu benar-benar membuat sebuah minoritas minyak mentah saat ini di cadangan. Sedikit kurang dari sepertiga dari minyak mentah yang dikenal di planet ini dalam bentuk konvensional. Lain seperenam adalah minyak berat, dan seperempat ekstra-berat minyak. Satu lagi-ketiga, kira-kira sama dengan jumlah minyak konvensional, adalah dalam bentuk pasir minyak, atau aspal minyak mentah. Ini bukan bentuk cair dari minyak mentah, namun dicampur dengan pasir ke dalam bentuk yang agak padat. Cadangan besar dari aspal dapat ditemukan di Venezuela dan Kanada, yang juga berisi banyak ekstra-minyak berat, membuat cadangan kedua negara sama dengan sekitar dua kali cadangan minyak yang dikenal konvensional.

Alur Proses Produksi Minyak Mentah (Crude Oil)
         Alur proses produksi minyak mentah, dari sumur sampai produk minyak mentah yang telah terpisahkan dengan air sesuai dengan BS&W.

1. Sumur
Satu perangkat pipa yang dipasang pada waktu pengeboran, kemudian menjadi tempat laluan minyak gas dan air dari reservoir ke permukaan, selanjutnya disebut sumur.  Terdapat dua cara pengambilan minyak mentah dari dalam sumur yang digunakanyaitu Sucker Rod Pump dan Electric Submersible Pump (ESP).
a)      Prinsip kerja sucker rod pump
Mekanisme kerja pompa sucker rod merupakan gerakan yang kompleks dari semua komponen yang ada. Bentuk dari sucker rod pump dapat dilihat pada Gambar 1.2. Prime movermenghasilkan gerak rotasi, gerakan ini diubah menjadi gerakan naik turun oleh pumping unit. Terutama oleh system pitman assembly crank. Kemudian gerak angguk naik turun ini oleh horse head dijadikan gerak angguk naik-turun yang selanjutnya menggerakan plunger yang berada didalam sumur.
Instalasi pumping unit di permukaan dihubungkan dengan pompa yang ada di dalam sumur olehsucker rod, sehingga gerak lurus naik-turun dari horse head dipindahkan ke plunger pompa, danplunger ini bergerak naik turun dalam barrel pompa.
Pada saat upstroke plunger bergerak ke atas (up-stroke) dimana traveling valve menjauhistanding valve, maka traveling valve akan tertutup dikarenakan adanya tekanan dari fluida yang ada di atasnya, sehingga fluida tersebut dapat terangkat dan keluar melalui pipa. Pada saat plunger bergerak ke atas, tekanan dalam barrel akan berkurang atau vacuum, sehingga tekanan formasi akan membuka standing valve dan fluida masuk ke dalam barrel.
Pada saat down strokestanding valve menutup karena tekanan cairan yang diatasnya dan pengaruh berat bola-bola itu sendiri. Sedangkan travelling valve akan membuka dan terdorong oleh cairan yang ada dalam barrel, kemudian liquid tersebut mengisi tubing. Proses ini akan berlanjut (kontinu) sesuai dengan gerakan yang diberikan oleh unit pompa dipermukaan (surface pumping unit) sampai pipa terisi oleh fluida dan akan bergerak ke permukaan.

Gambar 1.1. Sucker Rod Pump

b)  Prinsip kerja ESP
ESP adalah sebuah rangkaian pompa yang terdiri dari banyak tingkat (multistage) dengan motor yang dibenamkan di dalam fluida dan menggunakan aliran listrik dari permukaan. ESP merupakan artificial lift dengan harga yang cukup mahal dibandingkan dengan buatan lainnya, akan tetapi dapat menghasilkan pengembalian biaya dengan cepat oleh karena kemampuannya untuk menghasilkan laju produksi yang tinggi.
Sistem kerja dari ESP ini adalah dengan mengalirkan energi listrik dari transformer (step down)melalui switch board. Pada switch board, semua kinerja dari ESP dan kabel dikontrol atau dimonitor. Kemudian energi listrik akan diteruskan dari switch board ke motor melalui kabel yang diletakkan disepanjang tubing dari rangkaian ESP.
Selanjutnya melalui motor, energi listrik akan diubah menjadi energi mekanik berupa tenaga putar.Putaran akan diteruskan ke protector dan pump melalui shaft yang dihubungkan dengancoupling. Pada saat shaft dari pompa berputar, impeller akan ikut berputar dan mendorong fluida masuk melalui pump intake atau gas separator ke permukaan. Fluida yang didorong secara perlahan akan memasuki tubing dan terus menuju ke permukaan sampai gathering system (SPU). Bentuk dari ESP dapat dilihat pada Gambar 1.2.

Gambar 1.2. Electric Submersible Pump

2. Manifold
Manifold merupakan kumpulan dari valve-valve yang berfungsi untuk mengatur aliran fluida produksi untuk mengatur aliran fluida produksi dari masing-masing sumur. Untuk itu produksi dari masing-masing sumur itu perlu dikelompokkan terlebih dahulu ke suatu pemusatan well centre.

Gambar 1.3 Manifold
3. Header
Header merupakan pipa berukuran lebih besar dari flowline yang berfungsi untuk menyatakan fluida produksi. Secara keseluruhan header mempunyai fungsi sebagai berikut:
a.  Menampung fluida produksi dari beberapa gate valve pada suatu unit manifold.
b.  Membantu terjadinya suatu proses pemisahan dengan adanya penginjeksian chemical demulsifier.
Terdapat tiga macam  header yaitu  header  produksi,  header test dan header cadangan. Minyak mentah yang dialirkan dari sumur disatukan dalam header produksi. Penginjeksian demulsifier ditempatkan pada header produksi. Apabila header produksi mengalami kerusakan atau dalam perawatan, aliran dialihkan menuju header cadangan. Sedangkan header test berfungsi untuk mengetahui laju aliran fluida.

4. Free Water Knock Out / FWKO
FWKO digunakan untuk memisahkan air dan minyak dari fluida hidrokarbon. Air dan minyak dipisahkan dengan gaya gravitasi serta tekanan ± 39 psi. Air menuju ke bagian bawah FWKO sedangkan minyak menuju bagian atas FWKO. Air kemudian tersekat-sekat di bawah yang kemudian dikeluarkan ke Skimming Pit. Sedangkan minyak keluar melalui flowline menuju kedalam heater treater. Gambar 1.5 merupakan bentuk FWKO .

 Gambar 1.4. Free Water Knock Out

5. Heater Treater
Minyak mentah seluruh manifold yang telah mengalami proses pemisahan di FWKO di pompa kan ke heater treater. Alat ini digunakan untuk memisahkan air dan minyak pada fluida hidrokarbon. Pemisahan dilakukan dengan cara menginjeksikan uap panas dari boiler. Suhu padaheater treater berkisar antara 120-125 0F. Gambar 3.6 merupakan bentuk heater treater.

Gambar 1.5.  Heater Treater

6. Storage Tank
Fungsi storage tank ada dua, yaitu sebagai penampung minyak sementara di manifold dan SPU serta sebagai tempat untuk memisahkan minyak dan air di PPP. Pada PPP, storage tank ini dialirkan minyak dari FWKO. Di dalam storage tank ini, minyak dan air yang masih menyatu akan didiamkan selama beberapa jam untuk dilakukan settling, agar minyak berada diatas dan air berada dibawah.
Secara umum kegunaan Skimming Pit yaitu sebagai kolam tempat penampungan air pemisahan. Namun, sekarang Skimming Pit disini digunakan untuk tempat pemisahan kembali air yang masih mengandung minyak dari storage tank, dan kebocoran pipa dari triplex-pump. Air keluaran dari skimming pit ini selanjutnya dipompa kan ke sand filter dan ditampung di water injection tank dan selanjutnya digunakan untuk water injection. Sedangkan minyak yang terpisahkan dipompakan kembali ke storage tank.

8. Heat Exchanger
Digunakan untuk mempercepat proses pemisahan fluida dengan menggunakan steam atau penguapan. Serta untuk menaikan suhu dari Tangki PPP agar sesuai dengan suhu yang diinginkan pada saat trucking. Suhu di Tangki PPP adalah 1400F dan suhu pada saat trucking adalah 1800F.

9. Boiler
Boiler merupakan alat yang mempunyai cara kerja sama dengan karburator. Di boiler di operasikan menggunakan campuran minyak mentah yang disemprotkan dengan udara untuk menghasilkan steam/uap. Steam/uap digunakan untuk memanaskan storage tank dan menjaga temperature storage tank agar terjaga antara 132-140 0F serta untuk steam/uap di dalam heat exchanger.

10. HRSG
Heat Recovery Steam Gas (HRSG) merupakan alat yang mempunyai cara kerja sama dengan boiler.  HSRG di operasikan menggunakan gas yang disemprotkan dengan udara untuk menghasilkan steam/uap. Steam/uap digunakan untuk memanaskan storage tank dan menjaga temperaturestorage tank agar terjaga antara 132-140 0F.

11. Pompa Triplex
Pompa triplex digunakan untuk memompakan minyak dari storage tank menuju trucking. Terdapat dua pompa triplex, yaitu pompa produksi dan pompa emergency.

12. Trucking
Minyak dari storage tank yang telah disampling terlebih dahulu untuk mengetahui kadar WOC kemudian akan di trucking ke dalam mobil tangki. Minyak yang akan di trucking ke mobil tangki harus minyak yang mempunyai kadar WOC tidak lebih dari 0,5%.



2.2 Produksi Minyak Mentah Dunia
Di masa sekarang, cadangan minyak yang diketahui berkisar 190Km3 (1.2 Triliun Barrel). Sementara konsumsi minyak bumi saat ini berkisar 84 Juta barrel per hari atau 4.9Km3 per tahun. Dengan cadangan minyak yang ada sekarang, minyak bumi diperkirakan masih bisa dipakai samapai dengann 120 Tahun lagi. Jika tingkat konsumsi dunia diasumsikan tidak bertambah.
Minyak bumi merupakan kebutuhan sangat penting bagi industri, dan sangat penting untuk menjaga peradaban manusia di zaman industrilisasi sekarang ini, hingga minyak bumi pun menjadi perhatian serius banyak pemerintah di berbagai negara
Saat ini minyak bumi masih menjadi sumber energi terbesar di banyak kawasan dunia, dengan persentase bervariasi; mulai dari yang terendah 32 persen di eropa dan asia, sampai yang paling tinggi di Timur Tengah yang mencapai 53 persen. Di kawasan lain, persentase pemakaian minyak bumi sebagai sumber energi untukAmerika Selatan dan Tengah mencapai 44 persen, Afrika 41 Persen dan Amerika Utara 40 persen.
2.3 Produksi Minyak Mentah Di Indonesia
Khusus untuk minyak mentah, Indonesia dapat dikatakan sebagai negara produsen minyak, bahkan pernah menjadi salah satu anggota organisasi produsen minyak mentah dunia yaitu OPEC. Berdasarkan data dari SKK (2013), Indonesia pernah berhasil memproduksi minyak mentah di atas 1 Juta Barrel per day (BPD) selama periode 1972 - 2006 dengan pencapaian tertinggi tahun 1977 dengan produksi 1.68 Juta BPD. Gambaran produksi minyak mentah Indonesia dapat dilihat pada grafik.

                                                            Gambar 1, Sumber: BPS
                                                       Gambar 2, Sumber: SKK Migas

Bila dibandingkan negara-negara lainnya, produksi minyak mentah Indonesia juga masih dapat dikategorikan lebih dari cukup. SKK (2013) mencatat bahwa Indonesia mampu memproduksi Minyak mentah sekitar 44.6 Juta ton pada tahun 2012 dan menempati posisi ke-24 sebagai negara produsen minyak mentah. Pencapaian produksi minyak mentah dunia dapat dilihat pada grafik.

                                                        Gambar 3, Sumber : SKK Migas

Namun demikian, perlu disadari bahwa catatan pencapaian di atas adalah catatan masa lalu atau dapat dikatakan sejarah bagi Indonesia. Kini produksi minyak mentah Indonesia semakin Menurun sebagaimana telah digambarkan dalam grafik produksi Penurunan ini merupakan suatu kenyataan yang harus dihadapi Indonesia bahwa minyak mentah merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui yang semakin lama produksinya akan semakin menurun dan pada akhirnya suatu saat nanti akan habis.
Berbeda dengan kinerja produksi minyak mentah, seiring dengan peningkatan PDB dan jumlah penduduk, konsumsi BBM di Indonesia semakin lama semakin meningkat.Hal ini terlihat dari perkembangan konsumsi minyak mentah yang terjadi selama ini sebagaimana digambarkan dalam grafik konsumsi. Di era 70 an konsumsi minyak hanya dikisaran 100 ribu sampai dengan 350 ribu BPD. Namun dari tahun ke tahun konsumsi terus meningkat atau tumbuh di kisaran 6.1% per tahun selama periode 1970 s/d 2012.


Kondisi bertolak belakang antara kinerja produksi dan konsumsi minyak, pada akhirnya membuat Indonesia mengalami defisit minyak. Hal ini mulai terjadi pada tahun 2004 di mana Indonesia mengalami defisit 27 juta ton. konsekuensi defisit sudah dapat dipastikan bahwa Indonesia harus impor baik dalam bentuk minyak mentah maupun hasil olahan. Ketika Impor, otomatis juga dapat berdampak pada neraca perdagangan Indonesia karena impor dipengaruhi oleh kurs nilai tukar mata uang Rupiah.


2.4 Harga Minyak Dunia
Minyak mentah sebagai suatu komoditas ekonomi tentunya selalu mengikuti mekanisme pasar yang secara otomatis akan membentuk harga berdasarkan permintaan dan penawaran. Walaupun banyak sekali faktor yang turut mempengaruhi harga minyak mentah, permintaan yang terus meningkat akan kebutuhan energi namun tidak diimbangi dengan naiknya penawaran membawa dampak trend harga rata-rata minyak dunia dalam 10 tahun terakhir berada pada trend kenaikan harga. Kenaikan harga minyak dunia bukan hanya dipengaruhi oleh hal itu saja, faktor lain yang mempengaruhi harga minyak dunia antara lain:
  • Produksi dan Suply Minyak
  • Jumlah Penduduk
  • Geopolitik
  • Perkembangan Energi Pengganti

2.5 Harga BBM di Indonesia
Banyak sekali faktor yang mempengaruhi harga BBM, khususnya di Indonesia. Salah satunya faktor dari naik turunnya harga minyak dunia yang dipengaruhi dari tingkat produksi negara penghasil minyak. Harga minyak dunia tersebut ikut mempengaruhi harga BBM di Indonesia. Sebab, sekitar 70 persen BBM di Indonesia adalah hasil impor. Ternyata tak hanya faktor itu saja, masih ada faktor lainnya. Menurut riset, Indonesia adalah salah negara yang boros dalam pemakaian subsidi energi, seperti penggunaan BBM. Data lain juga menyebutkan kalau sekitar 53 persen dari total subsidi BBM sebesar 220 Triliun.
Berikut data perkembangan harga BBM di Indonesia.

                                     Tabel 1: Data Perkembangan Harga BBM di Indonesia

2.6 Pengaruh Produksi Minyak Mentah terhadap Harga BBM di Indonesia
Produksi minyak mentah yang memiliki kecenderungan penurunan produksi memang mempengaruhi Harga BBM. Terlebih lagi kondisi di Indonesia yang belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi BBM dalam negeri nya dan masih bergantung pada impor minyak mentah dari negara lain.


Namun apakah produksi minyak mentah menjadi faktor mutlak dan penentu yang mempengaruhi harga BBM, khususnya di Indonesia? Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat dianalisa dengan melihat grafik produksi Minyak Bumi pada Gambar 2 kemudian dibandingkan dengan Tabel Perkembangan Harga Minyak pada Tabel 1.

Berikut Hasil Analisa Linier
Periode Tahun
Produksi Minyak
Harga BBM
Hasil
2005 – 2006
      21.418.727
    1 Mar 2005 (33%)
    1 Okt 2005 (88%)
Linier
2007-2008
      44.664.432
     1 Des 2008 (9%)
     15 Des 2008 (9%)
Linier
2008 – 2009
      22.578.230
     15 Jan (10%)
Linier
2012 – 2013
      27.627.957
     22 Jun 2013 (44%)
Linier
2013 -2014
      48.879.684
     18 Nov 2014 (31%)
Linier

Keterangan:
Linier: Produksi Meningkat Harga Turun, dan sebaliknya
Berdasarkan hasil analisa linier antara Produksi Minyak dengan harga BBM dengan membandingkan dua data tersebut (Data Produksi Minyak Gambar 2 dan Data Harga BBM Tabel 1), maka terlihat bahwa produksi minyak memang mempengaruhi harga BBM, contohnya pada tahun 2005 ke 2006 Produksi minyak menurun sebesar 21.418.727 barrel diikuti dengan kenaikan harga BBM sebesar 33% dan 88%. Contoh lainnya adalah di tahun 2007 ke 2008 dimana terjadi peningkatan produksi minyak sebesar 44.664.432 Barrels, dengan meningkatnya jumlah produksi minyak tersebut maka terjadi penurunan harga BBM sebesar 9% pada 1 dan 15 Desember 2008, walaupun pada tanggal 24 Mei 2008 sempat terjadi kenaikan harga BBM sebesar 24% yang merupakan dampak dari penurunan produksi pada tahun sebelumnya 2007 yang masih dirasakan dampaknya di 2008 pada kuartal pertama (hingga Mei 2008).
Dari penjabaran tersebut memang terlihat bahwa produksi minyak mempengaruhi harga BBM. Namun berdasarkan data yang diperoleh terdapat kondisi Non linier pada periode tertentu. Berikut penjabaran datanya:




Periode Tahun
Produksi Minyak
Harga BBM
Hasil
2009 – 2010
      57.527.919
Tidak Berubah (Stabil)
Tidak Linier
2010 - 2011
      1.968.641
Tidak Berubah (Stabil)
Tidak Linier

Dapat dilihat pada tabel diatas, terdapat kasus tidak linier dimana terjadi penurunan produksi Minyak yang cukup signifikan pada periode 2009-2010 sebesar 57.527.919 barrels namun tidak ada kenaikan harga BBM pada periode tersebut. Hal yang sama terjadi pada periode tahun 2010 – 2011 dimana terjadi penurunan tingkat produksi minyak namun tidak terjadi kenaikan harga BBM.
Dari kasus tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa tidak selalu dan mutlak bahwa kondisi produksi minyak mempengaruhi harga BBM. Faktor apa yang mempengaruhi harga BBM pada periode 2009-2010 sehingga tidak terjadi kenaikan harga BBM meskipun jumlah produksi minyak menurun drastis? Pertanyaan tersebut dapat kita jawab jika kita melihat faktor lain selain faktor produksi. Faktor lain tersebut berupa nilai tukar mata uang Rupiah terhadap US Dolar.

Berikut data nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar :


Untuk membuktikan bahwa faktor produksi tidak selalu mempengaruhi dan faktor penentuk mutlak terhadap harga BBM maka akan kita analisa faktor lain yaitu Kurs mata uang Rupiah.
Terdapat kondisi pada tahun 2009 dan 2010 produksi minyak menurun drastis sebesar lebih dari 57 juta barrels namun tidak terjadi kenaikan harga BBM, berdasarkan analisa kurs nilai mata uang pada periode tersebut ternyata terbukti bahwa pada tahun 2009 dan 2010 terjadi penguatan nilai mata uang dari Rp 9.666 menguat di tahun 2009 manjadi Rp 9.447 dan begitu pula pada tahun 2010, rupiah kembali menguat menjadi Rp 9.036.
Tahun
Rupiah
2008
9.666        (Menguat)
2009
9.447        (Menguat)
2010
9.036        (Menguat)
Berdasarkan kondisi tersebut maka dapat di analisa bahwa penurunan produksi minyak bumi bukan berarti akan terjadi kenaikan harga BBM, terdapat faktor-faktor lain yang turut menentukan harga BBM. Dalam hal ini adalah faktor nilai mata uang.
Kondisi lain yang juga dapat dianalisa adalah, mengapa terjadi kenaikan harga BBM yang cukup signifikan pada tahun 2005 dan 2013.

Tahun
Harga BBM
Tahun Periode Kurs
Rupiah
2005
       88%
2004-2005
8.985       9.705
2013
       44%
2012-2013
9.718       12.250

Jika kondisi tersebut kita analisa maka pada tahun 2005 terjadi kenaikan harga BBM sebesar 88% (Dari Rp 2.400 menjadi Rp 4.500), berdasarkan analisa bahwa pada tahun 2005 ternyata terdapat kenaikan Kurs Rupiah terhadap dollar yang signifikan. Kondisi melemahnya rupiah juga mempengaruhi harga kenaikan BBM yang cukup signifikan tersebut. Kondisi yang sama kembali terjadi pada tahun 2013 dimana terjadi kenaikan harga BBM yang cukup tinggi sebesar 44%. Sama hal nya dengan kondisi di tahun 2005, maka pada tahun 2013 juga kembali terjadi pelemahan nilai rupiah terhadap dollar yang cukup signifikan.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Minyak mentah adalah cairan ditemukan secara alami dalam batu, yang mengandung hidrokarbon sebagian besar kompleks, dengan beberapa bahan organik tambahan. Di masa sekarang, cadangan minyak yang diketahui berkisar 190Km3 (1.2 Triliun Barrel). Sementara konsumsi minyak bumi saat ini berkisar 84 Juta barrel per hari atau 4.9Km3 per tahun.
Khusus untuk minyak mentah, Indonesia dapat dikatakan sebagai negara produsen minyak, bahkan pernah menjadi salah satu anggota organisasi produsen minyak mentah dunia yaitu OPEC. Berdasarkan data dari SKK (2013), Indonesia pernah berhasil memproduksi minyak mentah di atas 1 Juta Barrel per day (BPD) selama periode 1972 - 2006 dengan pencapaian tertinggi tahun 1977 dengan produksi 1.68 Juta BPD.
Bila dibandingkan negara-negara lainnya, produksi minyak mentah Indonesia juga masih dapat dikategorikan lebih dari cukup. SKK (2013) mencatat bahwa Indonesia mampu memproduksi Minyak mentah sekitar 44.6 Juta ton pada tahun 2012 dan menempati posisi ke-24 sebagai negara produsen minyak mentah.
Banyak sekali faktor yang mempengaruhi harga BBM, khususnya di Indonesia. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan harga BBM yaitu produksi minyak mentah. Dengan demikian diupayakan agar produksi minyak mentah dunia meningkat sehingga dapat menstabilkan harga BBM.
3.2 Saran
Terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan mengenai pengaruh produksi minyak mentah terhadap BBM, antara lain:
  1. Lebih meningkatkan produksi minyak mentah dalam negeri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan minyak yang berasal dari luar.
  2. Untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri, pemerintah dapat mencari sumber-sumber kilang minyak baru.
  3. Untuk menstabilkan harga BBM, dapat dilakukan dengan mengendalikan nilai tukar rupiah. Sehingga diharapkan pemerintah dapat mengendalikan nilai tukar rupiah terhadap dollar.
  4. Mengembangkan bahan bakar alternatif baru, sehingga tidak tergantung terhadap bahan bakar minyak. Dengan begitu maka harga minyak dapat lebih dikendalikan.



DAFTAR PUSTAKA

http://www.julfahmisalim.com/2012/12/perkembangan-kurs-rpusd-di-indonesia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Rupiah
http://kip.esdm.go.id/pusdatin/index.php/data-informasi/data-energi/minyak-dan-gas-bumi/produksi-minyak-bumi
http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1092
http://www.liputan6.com/tag/harga-minyak