TUGAS MEMBUAT MAKALAH
MATA KULIAH
MANAJEMEN PRODUKSI
Judul:
“PENGARUH PRODUKSI MINYAK MENTAH DUNIA
TERHADAP HARGA BBM
DI INDONESIA”
Oleh:
Balqissya Halimatussyadiah
Dosen Pengajar
Dr. Drs. Budi Supriyatno, MM., Msi.
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS SATYAGAMA
JAKARTA
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan
makalah tentang “Pengaruh Produksi Minyak Mentah Terhadap Harga BBM Di
Indonesia” dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Penulis juga
berterima kasih pada Bapak Dr. Drs. Budi Supriyatno, MM., MSi. selaku dosen
mata kuliah Manajemen Produksi Universitas Satyagama Jakarta, yang telah memberikan
tugas akhir semester ini kepada penulis.
Penulisi
sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai pengaruh produksi minyak mentah terhadap harga BBM di
Negeri tercinta ini, Indonesia. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah ini di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah
yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun orang yang
membacanya.
Jakarta, Oktober
2015
Balqissya Halimatussyadiah,
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
1.2
Rumusan Masalah
1.3
Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Deskripsi Minyak Mentah
2.2 Produksi Minyak Mentah Dunia
2.3 Produksi Minyak Mentah Di Indonesia
2.4 Harga Minyak Dunia
2.5 Harga BBM di Indonesia
2.6 Pengaruh Produksi Minyak Mentah terhadap harga BBM
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Permintaan akan
minyak, sama seperti permintaan akan energi pada umumnya, berhubungan erat
dengan tingkat pertumbuhan ekonomi. Pada saat ekonomi tumbuh, maka lebih banyak
energi yang dikonsumsi, baik untuk proses produksi dan distribusi hasil
produksi kepada konsumen, maupun meningkatnya konsumsi oleh sektor rumah tangga
seiring dengan meningkatnya jumlah kepemilikan kendaraan bermotor. Meningkatnya
permintaan akan mengakibatkan naiknya harga minyak. Sebaliknya, saat ekonomi
mengalami kontraksi permintaan akan minyak dan energi lainnya cenderung
menurun, sehingga harga minyak pun ikut turun.
Minyak mentah sebagai suatu komoditas ekonomi tentunya selalu mengikuti mekanisme pasar yang secara otomatis akan membentuk harga berdasarkan permintaan dan penawaran. Walaupun banyak sekali faktor yang turut mempengaruhi harga minyak mentah, permintaan yang terus meningkat akan kebutuhan energi namun tidak diimbangi dengan naiknya penawaran membawa dampak trend harga rata-rata minyak dunia dalam 10 tahun terakhir berada pada trend kenaikan harga.
Trend kenaikan harga minyak yang juga diperkirakan oleh Energy Information Administration (EIA), dalam rilisnya pada tanggal 8 Juli 2008, harga minyak WTI dalam tahun 2009 diperkirakan rata-rata mencapai US$132,75 per barel. Walaupun pada saat ini harga minyak mentah mengalami trend penurunan harga sejak krisis subprime mortgage di Amerika, harga minyak diperkirakan akan naik kembali begitu pertumbuhan ekonomi kembali normal. Sebagai komoditas energi utama dunia, harga minyak mau tidak mau menjadi salah satu faktor ekonomi yang selalu diperhitungkan setiap negara dalam penyusunan anggaran belanjanya selain faktor-faktor ekonomi makro yang lain.
Minyak mentah sebagai suatu komoditas ekonomi tentunya selalu mengikuti mekanisme pasar yang secara otomatis akan membentuk harga berdasarkan permintaan dan penawaran. Walaupun banyak sekali faktor yang turut mempengaruhi harga minyak mentah, permintaan yang terus meningkat akan kebutuhan energi namun tidak diimbangi dengan naiknya penawaran membawa dampak trend harga rata-rata minyak dunia dalam 10 tahun terakhir berada pada trend kenaikan harga.
Trend kenaikan harga minyak yang juga diperkirakan oleh Energy Information Administration (EIA), dalam rilisnya pada tanggal 8 Juli 2008, harga minyak WTI dalam tahun 2009 diperkirakan rata-rata mencapai US$132,75 per barel. Walaupun pada saat ini harga minyak mentah mengalami trend penurunan harga sejak krisis subprime mortgage di Amerika, harga minyak diperkirakan akan naik kembali begitu pertumbuhan ekonomi kembali normal. Sebagai komoditas energi utama dunia, harga minyak mau tidak mau menjadi salah satu faktor ekonomi yang selalu diperhitungkan setiap negara dalam penyusunan anggaran belanjanya selain faktor-faktor ekonomi makro yang lain.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun
pengaruh produksi minyak mentah terhadap BBM, dapat dilihat dari beberapa
masalah seperti dibawah ini:
a. Apakah
deskripsi minyak mentah dan bagaimana alur proses produksi minyak mentah ?
b. Bagaimana
produksi minyak mentah dunia ?
c. Bagaimana
produksi minyak mentah di Indonesia ?
d. Bagaimana
harga BBM di Indonesia ?
e. Apa
pengaruh dari produksi minyak mentah terhadap harga BBM ?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu untuk melengkapi tugas akhir semester mata
kuliah Manajemen Produksi dan juga menjawab beberapa rumusan masalah
diantaranya:
a.
Untuk mengetahui deskripsi dan alur proses
produksi minyak mentah
b.
Untuk mengetahui produksi minyak mentah
dunia
c.
Untuk mengetahui produksi minyak mentah
di Indonesia
d.
Untuk mengetahui harga BBM di indonesia
e.
Untuk mengetahui pengaruh dari produksi
minyak mentah terhadap harga BBM
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Deskripsi Minyak Mentah
Minyak mentah adalah cairan ditemukan secara alami dalam batu, yang
mengandung hidrokarbon sebagian besar kompleks, dengan beberapa bahan organik
tambahan. Ini adalah bahan bakar utama yang digunakan di planet ini, dan
digunakan dalam produksi bahan sintetis seperti plastik banyak juga.
Minyak mentah dapat datang dalam bobot yang berbeda dan warna, dan dapat
sangat berbeda dalam komposisinya. Sesedikit setengah dari komposisi minyak
berat dapat terdiri dari hidrokarbon, sedangkan minyak ringan bisa sampai 97%
hidrokarbon. Ada empat hidrokarbon utama yang ditemukan dalam minyak mentah,
dalam jumlah yang bervariasi tergantung pada minyak. Sekitar setengah dari
hidrokarbon dalam minyak mentah sebagian besar naphthenes, satu-ketiga adalah
parafin, seperenam adalah aromatik, dan sisanya adalah asphaltics. Warna bisa
berkisar dari hitam murni atau coklat gelap untuk kehijauan atau kekuningan,
tergantung pada komposisi.
Minyak mentah dianggap ringan jika tingkat hidrokarbon relatif terhadap
organik dan logam tinggi, membuat kepadatannya rendah, dan dianggap berat jika
tingkat hidrokarbon relatif terhadap organik dan logam rendah, membuat kepadatan
sebagai tinggi. Selain itu, minyak mentah diklasifikasikan sebagai manis jika
memiliki belerang sangat sedikit di dalamnya, dan diklasifikasikan sebagai asam
jika memiliki banyak belerang di dalamnya. Jadi minyak mentah biasanya akan
disebut sesuatu seperti minyak, light sweet, atau minyak, asam berat. Minyak
manis lebih berharga daripada minyak asam, karena sebagian besar negara
memiliki peraturan sulfur untuk alasan lingkungan, dan minyak manis memerlukan
perawatan lebih sedikit untuk menghilangkan sulfur. Minyak ringan lebih
berharga daripada minyak berat, karena bensin lebih dapat dibuat dari jumlah
yang lebih kecil.
Berbagai daerah di bumi cenderung memiliki berbagai jenis minyak,
sehingga minyak mentah sering diklasifikasikan berdasarkan dari mana asalnya.
Daerah- daerah tertentu akan bertindak sebagai sampel dari wilayah yang lebih
luas, karena mereka dipandang sebagai relatif mewakili bahwa wilayah yang luas.
Misalnya, Dubai-Oman minyak adalah minyak mentah asam, dan digunakan untuk
minyak mentah yang paling asam patokan dari Timur Tengah, West Texas
Intermediate adalah minyak, light sweet, dan Keranjang Referensi OPEC adalah
contoh minyak komposit yang rata-rata minyak dari seluruh Organisasi Negara
Pengekspor Minyak.
Sementara minyak mentah konvensional saat ini adalah sumber utama minyak
bumi di planet ini, itu benar-benar membuat sebuah minoritas minyak mentah saat
ini di cadangan. Sedikit kurang dari sepertiga dari minyak mentah yang dikenal
di planet ini dalam bentuk konvensional. Lain seperenam adalah minyak berat,
dan seperempat ekstra-berat minyak. Satu lagi-ketiga, kira-kira sama dengan
jumlah minyak konvensional, adalah dalam bentuk pasir minyak, atau aspal minyak
mentah. Ini bukan bentuk cair dari minyak mentah, namun dicampur dengan pasir
ke dalam bentuk yang agak padat. Cadangan besar dari aspal dapat ditemukan di
Venezuela dan Kanada, yang juga berisi banyak ekstra-minyak berat, membuat
cadangan kedua negara sama dengan sekitar dua kali cadangan minyak yang dikenal
konvensional.
Alur Proses Produksi Minyak Mentah (Crude Oil)
Alur proses produksi minyak mentah, dari
sumur sampai produk minyak mentah yang telah terpisahkan dengan air sesuai
dengan BS&W.
1. Sumur
Satu perangkat pipa yang dipasang pada waktu pengeboran, kemudian
menjadi tempat laluan minyak gas dan air dari reservoir ke permukaan,
selanjutnya disebut sumur. Terdapat dua cara pengambilan minyak
mentah dari dalam sumur yang digunakanyaitu Sucker Rod Pump dan Electric Submersible Pump (ESP).
a) Prinsip kerja sucker rod
pump
Mekanisme kerja pompa sucker rod merupakan gerakan yang
kompleks dari semua komponen yang ada. Bentuk dari sucker rod pump dapat
dilihat pada Gambar 1.2. Prime movermenghasilkan gerak rotasi,
gerakan ini diubah menjadi gerakan naik turun oleh pumping unit.
Terutama oleh system pitman assembly crank. Kemudian gerak angguk
naik turun ini oleh horse head dijadikan gerak angguk
naik-turun yang selanjutnya menggerakan plunger yang berada
didalam sumur.
Instalasi pumping unit di permukaan dihubungkan dengan
pompa yang ada di dalam sumur olehsucker rod, sehingga gerak lurus
naik-turun dari horse head dipindahkan ke plunger pompa,
danplunger ini bergerak naik turun dalam barrel pompa.
Pada saat upstroke, plunger bergerak ke atas (up-stroke)
dimana traveling valve menjauhistanding valve,
maka traveling valve akan tertutup dikarenakan adanya tekanan
dari fluida yang ada di atasnya, sehingga fluida tersebut dapat terangkat dan
keluar melalui pipa. Pada saat plunger bergerak
ke atas, tekanan dalam barrel akan berkurang atau vacuum, sehingga
tekanan formasi akan membuka standing valve dan fluida masuk
ke dalam barrel.
Pada saat down stroke, standing valve menutup
karena tekanan cairan yang diatasnya dan pengaruh berat bola-bola itu sendiri.
Sedangkan travelling valve akan membuka dan terdorong oleh
cairan yang ada dalam barrel, kemudian liquid tersebut
mengisi tubing. Proses ini akan berlanjut (kontinu) sesuai dengan
gerakan yang diberikan oleh unit pompa dipermukaan (surface pumping unit)
sampai pipa terisi oleh fluida dan akan bergerak ke permukaan.
Gambar
1.1. Sucker Rod Pump
b) Prinsip
kerja ESP
ESP adalah sebuah rangkaian pompa yang terdiri dari banyak tingkat (multistage)
dengan motor yang dibenamkan di dalam fluida dan menggunakan aliran listrik
dari permukaan. ESP merupakan artificial lift dengan harga
yang cukup mahal dibandingkan dengan buatan lainnya, akan tetapi dapat
menghasilkan pengembalian biaya dengan cepat oleh karena kemampuannya untuk
menghasilkan laju produksi yang tinggi.
Sistem kerja dari ESP ini adalah dengan mengalirkan energi listrik
dari transformer (step down)melalui switch board. Pada switch
board, semua kinerja dari ESP dan kabel dikontrol atau dimonitor. Kemudian
energi listrik akan diteruskan dari switch board ke motor
melalui kabel yang diletakkan disepanjang tubing dari
rangkaian ESP.
Selanjutnya melalui motor, energi listrik akan diubah menjadi energi
mekanik berupa tenaga putar.Putaran akan diteruskan ke protector dan pump melalui shaft yang
dihubungkan dengancoupling. Pada saat shaft dari pompa
berputar, impeller akan ikut berputar dan mendorong fluida
masuk melalui pump intake atau gas separator ke permukaan.
Fluida yang didorong secara perlahan akan memasuki tubing dan
terus menuju ke permukaan sampai gathering system (SPU).
Bentuk dari ESP dapat dilihat pada Gambar 1.2.
Gambar
1.2. Electric Submersible Pump
2. Manifold
Manifold merupakan kumpulan dari valve-valve yang
berfungsi untuk mengatur aliran fluida produksi untuk mengatur aliran fluida
produksi dari masing-masing sumur. Untuk itu produksi dari masing-masing sumur
itu perlu dikelompokkan terlebih dahulu ke suatu pemusatan well centre.
Gambar 1.3 Manifold
3. Header
Header merupakan pipa berukuran lebih besar
dari flowline yang berfungsi untuk menyatakan fluida produksi.
Secara keseluruhan header mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Menampung fluida produksi dari beberapa gate valve pada
suatu unit manifold.
b. Membantu terjadinya suatu proses pemisahan dengan adanya
penginjeksian chemical demulsifier.
Terdapat tiga macam header
yaitu header produksi, header test dan header cadangan.
Minyak mentah yang dialirkan dari sumur disatukan dalam header produksi.
Penginjeksian demulsifier ditempatkan pada header produksi.
Apabila header produksi mengalami kerusakan atau dalam
perawatan, aliran dialihkan menuju header cadangan.
Sedangkan header test berfungsi untuk mengetahui laju aliran
fluida.
4. Free Water Knock Out / FWKO
FWKO digunakan untuk memisahkan air dan minyak dari fluida hidrokarbon.
Air dan minyak dipisahkan dengan gaya gravitasi serta tekanan ± 39 psi. Air
menuju ke bagian bawah FWKO sedangkan minyak menuju bagian atas FWKO. Air kemudian
tersekat-sekat di bawah yang kemudian dikeluarkan ke Skimming Pit.
Sedangkan minyak keluar melalui flowline menuju kedalam heater
treater. Gambar 1.5 merupakan bentuk FWKO .
Gambar
1.4. Free Water Knock Out
5. Heater Treater
Minyak mentah seluruh manifold yang telah
mengalami proses pemisahan di FWKO di pompa kan ke heater
treater. Alat ini digunakan untuk memisahkan air dan minyak pada
fluida hidrokarbon. Pemisahan dilakukan dengan cara menginjeksikan uap panas
dari boiler. Suhu padaheater treater berkisar antara 120-125 0F.
Gambar 3.6 merupakan bentuk heater treater.
Gambar 1.5. Heater Treater
6. Storage Tank
Fungsi storage tank ada dua, yaitu sebagai penampung minyak sementara
di manifold dan SPU serta sebagai tempat untuk memisahkan
minyak dan air di PPP. Pada PPP, storage tank ini dialirkan minyak dari FWKO.
Di dalam storage tank ini, minyak dan air yang masih menyatu akan didiamkan
selama beberapa jam untuk dilakukan settling, agar minyak berada diatas dan air
berada dibawah.
Secara umum kegunaan Skimming Pit yaitu sebagai kolam
tempat penampungan air pemisahan. Namun, sekarang Skimming Pit disini
digunakan untuk tempat pemisahan kembali air yang masih mengandung minyak
dari storage tank, dan kebocoran pipa dari triplex-pump.
Air keluaran dari skimming pit ini selanjutnya dipompa kan
ke sand filter dan ditampung di water injection
tank dan selanjutnya digunakan untuk water injection.
Sedangkan minyak yang terpisahkan dipompakan kembali ke storage tank.
8. Heat Exchanger
Digunakan untuk mempercepat proses pemisahan fluida dengan menggunakan
steam atau penguapan. Serta untuk menaikan suhu dari Tangki PPP agar sesuai
dengan suhu yang diinginkan pada saat trucking. Suhu di Tangki
PPP adalah 1400F dan suhu pada saat trucking adalah
1800F.
9. Boiler
Boiler merupakan alat yang mempunyai cara kerja sama dengan karburator.
Di boiler di operasikan menggunakan campuran minyak mentah yang
disemprotkan dengan udara untuk menghasilkan steam/uap. Steam/uap
digunakan untuk memanaskan storage tank dan menjaga
temperature storage tank agar terjaga antara 132-140 0F
serta untuk steam/uap di dalam heat exchanger.
10. HRSG
Heat Recovery Steam Gas (HRSG) merupakan alat yang mempunyai cara kerja
sama dengan boiler. HSRG di operasikan menggunakan gas yang
disemprotkan dengan udara untuk menghasilkan steam/uap. Steam/uap digunakan untuk memanaskan storage
tank dan menjaga temperaturestorage tank agar terjaga
antara 132-140 0F.
11. Pompa Triplex
Pompa triplex digunakan untuk memompakan minyak dari storage
tank menuju trucking. Terdapat dua pompa triplex,
yaitu pompa produksi dan pompa emergency.
12. Trucking
Minyak dari storage tank yang telah disampling terlebih
dahulu untuk mengetahui kadar WOC kemudian akan di trucking ke
dalam mobil tangki. Minyak yang akan di trucking ke mobil
tangki harus minyak yang mempunyai kadar WOC tidak lebih dari 0,5%.
2.2
Produksi Minyak Mentah
Dunia
Di masa sekarang, cadangan minyak yang
diketahui berkisar 190Km3 (1.2 Triliun Barrel). Sementara konsumsi minyak bumi
saat ini berkisar 84 Juta barrel per hari atau 4.9Km3 per tahun. Dengan
cadangan minyak yang ada sekarang, minyak bumi diperkirakan masih bisa dipakai
samapai dengann 120 Tahun lagi. Jika tingkat konsumsi dunia diasumsikan tidak
bertambah.
Minyak bumi merupakan kebutuhan sangat
penting bagi industri, dan sangat penting untuk menjaga peradaban manusia di
zaman industrilisasi sekarang ini, hingga minyak bumi pun menjadi perhatian
serius banyak pemerintah di berbagai negara
Saat ini minyak bumi masih menjadi sumber energi terbesar di banyak
kawasan dunia, dengan persentase bervariasi; mulai dari yang terendah 32 persen
di eropa dan asia, sampai yang paling tinggi di Timur Tengah yang mencapai 53
persen. Di kawasan lain, persentase pemakaian minyak bumi sebagai sumber energi
untukAmerika Selatan dan Tengah mencapai 44 persen, Afrika 41 Persen dan
Amerika Utara 40 persen.
2.3
Produksi Minyak Mentah
Di Indonesia
Khusus
untuk minyak mentah, Indonesia dapat dikatakan sebagai negara produsen minyak,
bahkan pernah menjadi salah satu anggota organisasi produsen minyak mentah
dunia yaitu OPEC. Berdasarkan data dari SKK (2013), Indonesia pernah berhasil
memproduksi minyak mentah di atas 1 Juta Barrel per day (BPD) selama periode
1972 - 2006 dengan pencapaian tertinggi tahun 1977 dengan produksi 1.68 Juta
BPD. Gambaran produksi minyak mentah Indonesia dapat dilihat pada grafik.
Gambar 1, Sumber: BPS
Gambar 2, Sumber: SKK Migas
Bila dibandingkan negara-negara lainnya,
produksi minyak mentah Indonesia juga masih dapat dikategorikan lebih dari cukup. SKK
(2013) mencatat bahwa Indonesia mampu memproduksi Minyak mentah sekitar 44.6
Juta ton pada tahun 2012 dan menempati posisi ke-24 sebagai negara produsen
minyak mentah. Pencapaian produksi minyak mentah dunia dapat dilihat pada
grafik.
Gambar
3, Sumber : SKK Migas
Namun demikian, perlu disadari bahwa
catatan pencapaian di atas adalah catatan masa lalu atau dapat dikatakan
sejarah bagi Indonesia. Kini produksi minyak mentah Indonesia semakin Menurun
sebagaimana telah digambarkan dalam grafik produksi Penurunan ini merupakan suatu
kenyataan yang harus dihadapi Indonesia bahwa minyak mentah merupakan sumber
daya alam yang tidak dapat diperbarui yang semakin lama produksinya akan
semakin menurun dan pada akhirnya suatu saat nanti akan habis.
Berbeda dengan kinerja produksi minyak
mentah, seiring dengan peningkatan PDB dan jumlah penduduk, konsumsi BBM di
Indonesia semakin lama semakin meningkat.Hal ini terlihat dari perkembangan
konsumsi minyak mentah yang terjadi selama ini sebagaimana digambarkan dalam
grafik konsumsi. Di era 70 an konsumsi minyak hanya dikisaran 100 ribu sampai
dengan 350 ribu BPD. Namun dari tahun ke tahun konsumsi terus meningkat atau
tumbuh di kisaran 6.1% per tahun selama periode 1970 s/d 2012.
Kondisi bertolak belakang antara kinerja
produksi dan konsumsi minyak, pada akhirnya membuat Indonesia mengalami defisit
minyak. Hal ini mulai terjadi pada tahun 2004 di mana Indonesia mengalami
defisit 27 juta ton. konsekuensi defisit sudah dapat dipastikan bahwa Indonesia
harus impor baik dalam bentuk minyak mentah maupun hasil olahan. Ketika Impor,
otomatis juga dapat berdampak pada neraca perdagangan Indonesia karena impor
dipengaruhi oleh kurs nilai tukar mata uang Rupiah.
2.4
Harga Minyak Dunia
Minyak mentah sebagai suatu komoditas
ekonomi tentunya selalu mengikuti mekanisme pasar yang secara otomatis akan
membentuk harga berdasarkan permintaan dan penawaran. Walaupun banyak sekali
faktor yang turut mempengaruhi harga minyak mentah, permintaan yang terus
meningkat akan kebutuhan energi namun tidak diimbangi dengan naiknya penawaran
membawa dampak trend harga rata-rata minyak dunia dalam 10 tahun terakhir
berada pada trend kenaikan harga. Kenaikan harga minyak dunia bukan hanya
dipengaruhi oleh hal itu saja, faktor lain yang mempengaruhi harga minyak dunia
antara lain:
- Produksi
dan Suply Minyak
- Jumlah
Penduduk
- Geopolitik
- Perkembangan
Energi Pengganti
2.5
Harga BBM di Indonesia
Banyak sekali faktor yang mempengaruhi
harga BBM, khususnya di Indonesia. Salah satunya faktor dari naik turunnya
harga minyak dunia yang dipengaruhi dari tingkat produksi negara penghasil
minyak. Harga minyak dunia tersebut ikut mempengaruhi harga BBM di Indonesia.
Sebab, sekitar 70 persen BBM di Indonesia adalah hasil impor. Ternyata tak
hanya faktor itu saja, masih ada faktor lainnya. Menurut riset, Indonesia
adalah salah negara yang boros dalam pemakaian subsidi energi, seperti
penggunaan BBM. Data lain juga menyebutkan kalau sekitar 53 persen dari total
subsidi BBM sebesar 220 Triliun.
Berikut
data perkembangan harga BBM di Indonesia.
Tabel
1: Data Perkembangan Harga BBM di Indonesia
2.6
Pengaruh Produksi
Minyak Mentah terhadap Harga BBM di Indonesia
Produksi minyak mentah yang memiliki
kecenderungan penurunan produksi memang mempengaruhi Harga BBM. Terlebih lagi
kondisi di Indonesia yang belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi BBM dalam
negeri nya dan masih bergantung pada impor minyak mentah dari negara lain.
Namun apakah produksi minyak mentah
menjadi faktor mutlak dan penentu yang mempengaruhi harga BBM, khususnya di Indonesia?
Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat dianalisa dengan melihat grafik produksi
Minyak Bumi pada Gambar 2 kemudian dibandingkan dengan Tabel Perkembangan Harga
Minyak pada Tabel 1.
Berikut
Hasil Analisa Linier
Periode
Tahun
|
Produksi
Minyak
|
Harga
BBM
|
Hasil
|
2005 – 2006
|
Linier
|
||
2007-2008
|
Linier
|
||
2008 – 2009
|
Linier
|
||
2012 – 2013
|
Linier
|
||
2013 -2014
|
Linier
|
Keterangan:
Linier: Produksi
Meningkat Harga Turun,
dan sebaliknya
Berdasarkan hasil analisa linier antara Produksi
Minyak dengan harga BBM dengan membandingkan dua data tersebut (Data Produksi
Minyak Gambar 2 dan Data Harga BBM Tabel 1), maka terlihat bahwa produksi
minyak memang mempengaruhi harga BBM, contohnya pada tahun 2005 ke 2006
Produksi minyak menurun sebesar 21.418.727 barrel diikuti dengan kenaikan harga
BBM sebesar 33% dan 88%. Contoh lainnya adalah di tahun 2007 ke 2008 dimana terjadi
peningkatan produksi minyak sebesar 44.664.432 Barrels, dengan meningkatnya
jumlah produksi minyak tersebut maka terjadi penurunan harga BBM sebesar 9%
pada 1 dan 15 Desember 2008, walaupun pada tanggal 24 Mei 2008 sempat terjadi
kenaikan harga BBM sebesar 24% yang merupakan dampak dari penurunan produksi
pada tahun sebelumnya 2007 yang masih dirasakan dampaknya di 2008 pada kuartal
pertama (hingga Mei 2008).
Dari penjabaran tersebut memang terlihat bahwa
produksi minyak mempengaruhi harga BBM. Namun berdasarkan data yang diperoleh
terdapat kondisi Non linier pada periode tertentu. Berikut penjabaran datanya:
Periode
Tahun
|
Produksi
Minyak
|
Harga
BBM
|
Hasil
|
2009 – 2010
|
Tidak Berubah (Stabil)
|
Tidak Linier
|
|
2010 - 2011
|
Tidak Berubah (Stabil)
|
Tidak Linier
|
Dapat dilihat pada tabel diatas, terdapat kasus
tidak linier dimana terjadi penurunan produksi Minyak yang cukup signifikan pada
periode 2009-2010 sebesar 57.527.919 barrels namun tidak ada kenaikan harga BBM
pada periode tersebut. Hal yang sama terjadi pada periode tahun 2010 – 2011
dimana terjadi penurunan tingkat produksi minyak namun tidak terjadi kenaikan
harga BBM.
Dari kasus tersebut dapat kita tarik kesimpulan
bahwa tidak selalu dan mutlak bahwa kondisi produksi minyak mempengaruhi harga
BBM. Faktor apa yang mempengaruhi harga BBM pada periode 2009-2010 sehingga
tidak terjadi kenaikan harga BBM meskipun jumlah produksi minyak menurun
drastis? Pertanyaan tersebut dapat kita jawab jika kita melihat faktor lain
selain faktor produksi. Faktor lain tersebut berupa nilai tukar mata uang
Rupiah terhadap US Dolar.
Berikut data nilai tukar Rupiah terhadap US Dolar :
Untuk membuktikan
bahwa faktor produksi tidak selalu mempengaruhi dan faktor penentuk mutlak
terhadap harga BBM maka akan kita analisa faktor lain yaitu Kurs mata uang
Rupiah.
Terdapat kondisi pada tahun 2009 dan 2010 produksi
minyak menurun drastis sebesar lebih dari 57 juta barrels namun tidak terjadi
kenaikan harga BBM, berdasarkan analisa kurs nilai mata uang pada periode
tersebut ternyata terbukti bahwa pada tahun 2009 dan 2010 terjadi penguatan
nilai mata uang dari Rp 9.666 menguat di tahun 2009 manjadi Rp 9.447 dan begitu
pula pada tahun 2010, rupiah kembali menguat menjadi Rp 9.036.
Tahun
|
Rupiah
|
2008
|
|
2009
|
|
2010
|
Berdasarkan kondisi tersebut maka dapat di analisa
bahwa penurunan produksi minyak bumi bukan berarti akan terjadi kenaikan harga
BBM, terdapat faktor-faktor lain yang turut menentukan harga BBM. Dalam hal ini
adalah faktor nilai mata uang.
Kondisi lain yang juga dapat dianalisa adalah,
mengapa terjadi kenaikan harga BBM yang cukup signifikan pada tahun 2005 dan
2013.
Tahun
|
Harga
BBM
|
Tahun
Periode Kurs
|
Rupiah
|
2005
|
2004-2005
|
||
2013
|
2012-2013
|
Jika kondisi tersebut kita analisa maka pada tahun
2005 terjadi kenaikan harga BBM sebesar 88% (Dari Rp 2.400 menjadi Rp 4.500),
berdasarkan analisa bahwa pada tahun 2005 ternyata terdapat kenaikan Kurs
Rupiah terhadap dollar yang signifikan. Kondisi melemahnya rupiah juga
mempengaruhi harga kenaikan BBM yang cukup signifikan tersebut. Kondisi yang
sama kembali terjadi pada tahun 2013 dimana terjadi kenaikan harga BBM yang
cukup tinggi sebesar 44%. Sama hal nya dengan kondisi di tahun 2005, maka pada
tahun 2013 juga kembali terjadi pelemahan nilai rupiah terhadap dollar yang
cukup signifikan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Minyak mentah
adalah cairan ditemukan secara alami dalam batu, yang mengandung hidrokarbon
sebagian besar kompleks, dengan beberapa bahan organik tambahan. Di
masa sekarang, cadangan minyak yang diketahui berkisar 190Km3 (1.2 Triliun
Barrel). Sementara konsumsi minyak bumi saat ini berkisar 84 Juta barrel per
hari atau 4.9Km3 per tahun.
Khusus
untuk minyak mentah, Indonesia dapat dikatakan sebagai negara produsen minyak,
bahkan pernah menjadi salah satu anggota organisasi produsen minyak mentah
dunia yaitu OPEC. Berdasarkan data dari SKK (2013), Indonesia pernah berhasil
memproduksi minyak mentah di atas 1 Juta Barrel per day (BPD) selama periode
1972 - 2006 dengan pencapaian tertinggi tahun 1977 dengan produksi 1.68 Juta
BPD.
Bila dibandingkan negara-negara lainnya,
produksi minyak mentah Indonesia juga masih dapat dikategorikan lebih dari cukup. SKK
(2013) mencatat bahwa Indonesia mampu memproduksi Minyak mentah sekitar 44.6
Juta ton pada tahun 2012 dan menempati posisi ke-24 sebagai negara produsen
minyak mentah.
Banyak sekali faktor yang mempengaruhi
harga BBM, khususnya di Indonesia. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan harga BBM yaitu
produksi minyak mentah. Dengan demikian diupayakan agar produksi minyak mentah dunia
meningkat sehingga dapat menstabilkan harga BBM.
3.2 Saran
Terdapat beberapa saran yang dapat
disampaikan mengenai pengaruh produksi minyak mentah terhadap BBM, antara lain:
- Lebih
meningkatkan produksi minyak mentah dalam negeri, sehingga dapat
mengurangi ketergantungan minyak yang berasal dari luar.
- Untuk
meningkatkan produksi minyak dalam negeri, pemerintah dapat mencari
sumber-sumber kilang minyak baru.
- Untuk
menstabilkan harga BBM, dapat dilakukan dengan mengendalikan nilai tukar
rupiah. Sehingga diharapkan pemerintah dapat mengendalikan nilai tukar
rupiah terhadap dollar.
- Mengembangkan
bahan bakar alternatif baru, sehingga tidak tergantung terhadap bahan
bakar minyak. Dengan begitu maka harga minyak dapat lebih dikendalikan.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.julfahmisalim.com/2012/12/perkembangan-kurs-rpusd-di-indonesia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Rupiah
https://id.wikipedia.org/wiki/Rupiah
http://kip.esdm.go.id/pusdatin/index.php/data-informasi/data-energi/minyak-dan-gas-bumi/produksi-minyak-bumi
http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1092
http://www.liputan6.com/tag/harga-minyak













Tidak ada komentar:
Posting Komentar